Optimalisasi Perjalanan KRL Commuter Line Berdasarkan Tingkat Okupansi Lintas Rangkasbitung – Tanah Abang
Dublin Core
Title
Optimalisasi Perjalanan KRL Commuter Line Berdasarkan Tingkat Okupansi Lintas Rangkasbitung – Tanah Abang
Creator
ZAINAL MUSTAFA
NIT : 2140481
NIT : 2140481
Type
Tugas Akhir
Abstract
Kondisi sarana perkeretaapian saat ini dari segi kuantitas dan kualitas masih membutuhkan penambahan kuantitas dan peningkatan kualitas berdasarkan pertumbuhan demand dan pemenuhan terhadap standar. Dari segi kuantitas, jumlah sarana perkeretaapian yang ada ini sangat kurang, sehingga kapasitas angkutnya tidak seimbang dengan permintaan terhadap layanan jasa angkutan kereta api. Dilihat dari segi kualitas sarana, saat ini sarana perkeretaapian pada umumnya telah berusia diatas 30 tahun atau dengan kata lain telah melampaui umur teknis sarana. Kapasitas angkut normal dan layak itu yang berarti semua penumpang bisa mendapatkan tempat duduk dan pegangan tangan (handgrip). Apabila mengacu pada jadwal perjalanan KRL Jabodetabek per 1 April 2023 yang terdapat 542 perjalanan selama peak hour, maka kapasitas total angkut KRL pada waktu puncak terdapat Load faktor pada hari kerja sebesar 112% dan untuk hari akhir pekan sebesar 93%.Hal ini menunjukkan adanya kelebihan muat faktor dalam pengangkutan penumpang. Dengan adanya penolakan impor sarana, volume penumpang yang tinggi dan juga load faktor yang melebihi kapasitas angkut normal, maka untuk tetap mempertahankan atau menstabilkan frekuensi perjalanan untuk setiap harinya perlu adanya perubahan untuk memenuhi program kebutuhan perjalanan Pada penelitian ini, pola fluktuasi penumpang dengan dibandingkan kebutuhan sarana terkini dapat diketahui dengan pengumpulan data sekunder yang didapatkan dari PT. KCI. Penelitian ini menggunakan metode program linear dengan bantuan software Lindo yang nantinya akan mengasilkan optimalisasi dalam setiap variabelnya. Dengan tujuan peneliti yaitu pengoptimalan dalam frekuensi perjalanan, headway, dan kebutuhan sarana. Selanjutnya akan dibuat penjadwalan yang sesuai dengan pengoptimalisasi dengan melihat output dari software Lindo. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pada lintas Tanah AbangRangkasbitung frekuensi perjalanan eksisting adalah 111 perjalanan dan frekuensi perjalanan yang optimal pada hari kerja sebanyak 113 perjalanan dan saat hari akhir pekan sebanyak 95 perjalanan. 2) kebutuhan sarana eksisting sebanyak 22 sarana dan sesudah dioptimalisasi terdapat perbedaan pada akhir pekan yaitu berkurang menjadi 19 sarana. 3) pada penjadwalan didapatkan perbedaan waktu, frekuensi, headway antara hari kerja dan akhir pekan serta perbedaan dengan jadwal yang berlaku.
Kata kunci : Program linear,software Lindo,Okupansi
Kata kunci : Program linear,software Lindo,Okupansi
Social Bookmarking
Document Viewer
Citation
ZAINAL MUSTAFA
NIT : 2140481 , “Optimalisasi Perjalanan KRL Commuter Line Berdasarkan Tingkat Okupansi Lintas Rangkasbitung – Tanah Abang,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/988.
