Kajian Pola Operasi MRT Jakarta Berdasarkan Okupansi Penumpang (Studi Kasus: Stasiun Lebak Bulus-Stasiun Bundaran HI)

Dublin Core

Title

Kajian Pola Operasi MRT Jakarta Berdasarkan Okupansi Penumpang (Studi Kasus: Stasiun Lebak Bulus-Stasiun Bundaran HI)

Creator

MAHYUDDIN HIZBULLOH ALWAHDI
NIT : 2140401

Type

Tugas Akhir

Abstract

Kereta MRT Jakarta merupakan sistem transportasi massal berupa kereta rel yang dibangun untuk mengatasi masalah kemacetan dan kepadatan transportasi di wilayah DKI Jakarta. Meningkatnya jumlah penduduk Kota Jakarta akan menyebabkan peningkatan aktivitas masyarakat atau mobilisasi masyarakat. Kawasan yang dicakup oleh kereta MRT Jakarta telah disesuaikan dengan permintaan yang telah dikaji beberapa tahun sebelum pembangunan. Jalur kereta MRT Jakarta melayani dari Stasiun MRT Lebak Bulus-Stasiun MRT Bundaran HI dengan panjang jalur 16 km. Ada dua jenis stasiun di MRT Jakarta, yaitu stasiun elevated dan stasiun bawah tanah. Dengan 6 stasiun layang dan 7 stasiun bawah tanah. Proyek ini merupakan bagian dari rencana transportasi terpadu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuan utama dari penelitian yang saya lakukan adalah untuk memberikan proposal pola operasi kepada PT. MRT Jakarta pada tahun 2028 dengan jumlah penumpang yang telah diprediksi sebelumnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat dari PT. MRT Jakarta berupa feasibility Study MRT Jakarta, data jumlah penumpang, data sarana, data Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) eksisting. Metode yang digunkana oleh peneliti dalam menyelesaikan permasalahannya adalah menggunakan rumus headway, kapasitas lintas dan frekuensi KA. Dalam hal ini penelitian ini berdasarkan jumlah penumpang pada tahun 2028 yang sudah diramalkan sebelumnya. Peneliti mengambil peramalan jangka panjang karena untuk saat ini pengoperasian MRT Jakarta bisa dikatakan masih normal walaupun sudah mendekati melebihi kapasitas yang sudah disediakan, dari hal tersebutlah peneliti melakukan peramalan karena untuk mengetahui bagaimana pola operasi MRT Jakarta di tahun-tahun yang akan datang setelah adanya peningkatan jumlah penumpang yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan perjalanan maka pada jam sibuk diperoleh headway minimumnya adalah sebesar 3,5 menit. Pada analisis kebutuhan sarana yang didapatkan adalah sebanyak 25 dan dalam satu trainset memiliki 6 cars dengan 22 trainset beroperasi pada periode peak hour dan 3 trainset sebagai cadangan dan maintenence di depo MRT Jakarta. Selanjutnya dalam perhitungan jumlah frekuensi perjalanan mendapatkan hasil sebanyak 34 perjalanan per jam. Dengan hasil tersebut maka hasil analisis yang sudah diperolah dapat diusulkan dengan jumlah penumpang yang sudah diramalkan sebelumnya.

Kata Kunci: Kebutuhan sarana, Pola operasi kereta api, Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA).

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

MAHYUDDIN HIZBULLOH ALWAHDI NIT : 2140401 , “Kajian Pola Operasi MRT Jakarta Berdasarkan Okupansi Penumpang (Studi Kasus: Stasiun Lebak Bulus-Stasiun Bundaran HI),” Repository PPI Madiun, accessed July 9, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/980.