Kajian Pemanfaatan Aset Ruang Tunggu Ka Feeder di Stasiun Bandung dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Non-Farebox

Dublin Core

Title

Kajian Pemanfaatan Aset Ruang Tunggu Ka Feeder di Stasiun Bandung dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Non-Farebox

Creator

LUTFI FADILAH FIRDAUS
NIT : 2140381

Type

Tugas Akhir

Abstract

PT KAI memiliki pendapatan utama dalam bentuk jasa transporasi, baik angkutan penumpang maupun angkutan barang. Namun, selain pendapatan yang bersumber dari angkutan. KAI juga meraup keuntungan dari sewa aset yang dikelola oleh Unit Komersial Non Angkutan. Unit ini dibentuk untuk meningkatkan nilai pendapatan Perusahaan dengan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh aset non angkutan Perusahaan. Permasalahan dalam pemilihan jenis-jenis usaha dan lokasi yang sudah ada ini sangat penting, karena dapat menentukan keberlangsungan suatu usaha perusahaan. Maksud dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rencana pemanfaatan aset non angkutan di ruang tunggu KA Feeder di Stasiun Bandung dan meningkatkan pendapatan Non Farebox. Tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi rencana pemanfaatan ruang tunggu KA Feeder di Stasiun Bandung. 2. Menganalisis penentuan jenis usaha yang diprioritaskan di ruang tunggu KA Feeder. Dalam perhitungan pada penelitian ini menggunakan metode Weighted Product, yaitu metode pengambilan keputusan dengan menggunakan nilai atribut yang selanjutnya nilai atribut perlu dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut yang berkaitan. Dalam metode WP ini ada beberapa tahapan yaitu dengan menentukan kriteria, normalisasi bobot, menentukan alternatif, melakukan perhitungan vektor S dan melakukan perhitungan vektor V, lalu yang terakhir melakukan perankingan. Perhitungan pengambilan keputusan menggunakan software Microsoft Excel. Dari perhitungan tersebut didapatkan nilai preferensi masing-masing alternatif jenis usaha dengan ranking 1 sampai dengan 4 sebagai berikut: 1. A1 retail makanan ringan sebesar 0,282200682 2. A4 convenient store sebesar 0,2718982 3. A2 coffee shop sebesar 0,233632169 4. A3 retail kering sebesar 0,212268913 1. Urgensi yang dimiliki oleh PT. KAI khususnya Daop 2 Bandung dalam meningkatkan persewaan ruang komersial, namun belum adanya rencana atau strategi komersialisasi aset. Hal ini ditandai dengan penentuan kegiatan komersial yang tidak direncanakan lebih lanjut yakni hanya menyiapkan tempat tanpa adanya jenis usaha yang diprioritaskan dalam strateginya. 2. Berdasarkan hasil analisis pengambilan keputusan untuk pemilihan jenis usaha yang diprioritaskan dengan metode WP, jenis usaha yang paling diprioritaskan yaitu retail makanan ringan dengan nilai preferensi sebesar 0,282200682. Diurutan kedua terdapat convenient store dengan nilai preferensi sebesar 0,2718982. Diurutan ketiga terdapat coffee shop dengan nilai preferensi sebesar 0,233632169. Lalu diurutan terakhir yaitu keempat, terdapat retail kering dengan nilai preferensi sebesar 0,212268913.

Kata kunci: Komersialisasi Aset, Ruang tunggu, Kereta Api Feeder, Weighted Product, Penentuan Jenis Usaha, Stasiun Bandung.

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

LUTFI FADILAH FIRDAUS NIT : 2140381 , “Kajian Pemanfaatan Aset Ruang Tunggu Ka Feeder di Stasiun Bandung dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Non-Farebox,” Repository PPI Madiun, accessed June 5, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/979.