ANALISIS KEANDALAN PENGGUNAAN CONCRETE LEVEL CROSSING UNTUK LALU LINTAS PADA PERLINTASAN SEBIDANG JPL 317 LINTAS LAMONGAN-BABAT
Dublin Core
Title
ANALISIS KEANDALAN PENGGUNAAN CONCRETE LEVEL CROSSING UNTUK LALU LINTAS PADA PERLINTASAN SEBIDANG JPL 317 LINTAS LAMONGAN-BABAT
Creator
SHERLY REGITA ANDRIYANI
NIT: 2110422
NIT: 2110422
Type
Tugas Akhir
Abstract
Perlintasan sebidang kereta api merupakan titik rawan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan karena menjadi tempat bersilangnya jalur kereta api dengan jalan raya. JPL 317 Lamongan merupakan perlintasan yang memanfaatkan rel bekas yang dipasang secara terbalik yang sangat beresiko terhadap keselamatan di perlintasan sebidang. Penggunaan Concrete Level Crossing dipandang menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan keselamatan pada perlintasan sebidang. Akan tetapi plat beton yang diproduksi harus disesuaikan dengan kondisi pada JPL 317 yang berpotongan dengan lengkung. Dengan menggunakan desain dan spesifikasi teknis plat beton PT WIKA Beton serta penyesuaian desain sesuai kondisi lapangan berupa radius dan lebar spoor, nilai deformasi struktur dan masa layan Concrete Level Crossing untuk JPL 317 Lamongan diperhitungkan dengan metode Finite Element Method menggunakan aplikasi Ansys. Perhitungan pembebanan pada Concrete Level Crossing dilakukan dengan menghitung daya angkut lintas atau passing tonage jalan rel dan jalan raya. Kemudian dilakukan perhitungan dan pemeriksaan kondisi lapangan pada JPL 317 Lamongan. Data spesifikasi teknik dari material beton dan baja digunakan untuk mendapatkan nilai deformasi dan masa layan dari masing-masing plat beton dengan simulasi menggunakan aplikasi Ansys. Plat beton Concrete Level Crossing terbagi menjadi tiga bagian yaitu plat S1, plat S2, dan P. Dari hasil analisis kondisi lapangan JPL 317 Lamongan dapat dinyatakan sudah memenuhi persyaratan berdasarkan SK Dirjen Hubdat Nomor 550 Tahun 2005 tentang Pedoman Teknis Perlintasan Sebidang antara Jalan dengan Jalur Kereta Api, akan tetapi terdapat beberapa parameter yang masih membutuhkan perbaikan antara lain nilai gradien yang melebihi 2%, lebar perlintasan per lajur lebih dari 7 meter, dan sudut perpotongan antara jalan rel dan kepala rel yang kurang dari 90⁰. Berdasarkan perhitungan daya angkut lintas jalan rel diperoleh angka sebesar 13,342 juta ton/tahun arah hilir dan 13,342 juta ton/tahun arah hulu, sedangkan daya angkut lintas pada jalan raya diperoleh angka sebesar 154,18 juta ton/tahun. Dengan mempertimbangkan beban yang diterima dan penyesuaian desain pada pelat beton, hasil analisis nilai deformasi maksimum pada plat S1 sebesar 1,0403 mm, plat S2 sebesar 0,20457 mm dan plat P sebesar 0,010677 mm. Sedangkan untuk masa layan, dimana plat akan mulai mengalami keretakan diprediksi plat beton S1 mulai mengalami cracking pada umur 56,987 tahun, plat beton S2 pada umur 15,720 tahun dan pelat beton P pada umur 130 hari.
Kata kunci: Perlintasan Sebidang, Concrete Level Crossing, Finite Element Method, Masa Layan, Deformasi, Ansys
Kata kunci: Perlintasan Sebidang, Concrete Level Crossing, Finite Element Method, Masa Layan, Deformasi, Ansys
Social Bookmarking
Document Viewer
Collection
Citation
SHERLY REGITA ANDRIYANI NIT: 2110422, “ANALISIS KEANDALAN PENGGUNAAN CONCRETE LEVEL CROSSING UNTUK LALU LINTAS PADA PERLINTASAN SEBIDANG JPL 317 LINTAS LAMONGAN-BABAT,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/917.
