ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PERAWATAN WESEL DAN REL STASIUN SURABAYA GUBENG
Dublin Core
Title
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PERAWATAN WESEL DAN REL STASIUN SURABAYA GUBENG
Creator
ARI IRAWAN
NIT: 20194058
NIT: 20194058
Abstract
Stasiun Surabaya Gubeng adalah salah satu stasiun kereta api kelas besar di wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya. Stasiun Surabaya Gubeng memiliki 6 jalur di emplasemen stasiun untuk kereta api yang datang dan berangkat serta memiliki 20 wesel setiap harinya melayani 147 perjalanan kereta api. Untuk menunjang keselamatan perjalanan kereta api diperlukan perawatan prasarana termasuk wesel dan jalan rel di Stasiun Surabaya Gubeng. Pekerjaan perawatan wesel dan jalan rel memiliki risiko yang membahayakan keselamatan petugas perawatan wesel dan jalan rel karena pekerjaan dilakukan pada jalur kereta api yang melintas setiap saat di Stasiun Surabaya Gubeng. Penelitian memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kondisi perawatan wesel dan jalan rel saat ini, menganalisa potensi dan menilai risiko serta melakukan pengendalian risiko. Penelitian ini menggunakan metode analisis Job Safety Analysis (JSA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode JSA untuk menganalisis potensi risiko dari sumber bahaya yang ada dan dampak yang ditimbulkan apa bila terjadi. Untuk mengetahui penilaian risiko dari potensi risiko yang telah diketahui maka dilakukan analisis dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan tiga indikator yaitu Severity (S), Occurrence (O), Detection (D). Untuk menentukan nilai prioritas risiko dari mode kegagalan dilakukan wawancara dengan meminta penilaian risiko pada pekerjaan perawatan wesel dan jalan rel menggunakan tiga indikator tersebut. Setelah mendapatkan nilai dari indikator maka dikalikan untuk mendapatkan RPN (Risk Priority Number). Dari hasil analisis menggunakan metode JSA terdapat 18 potensi risiko yang teridentifikasi dari 4 pekerjaan perawatan wesel dan rel di Stasiun Surabaya Gubeng yaitu kuras balas, penggantian rel, penggantian bantalan, dan cuci wesel. Penilaian risiko melalui FMEA menghasilkan nilai RPN tertinggi pada potensi risiko ledakan atau api pada pekerjaan penggantian rel dengan nilai 214 dan potensi risiko tertabrak kereta api pada 4 pekerjaan perawatan wesel dan jalan rel termasuk tinggi dengan nilai 140. Sehingga dapat disimpulkan perlunya pengendalian risiko pada risiko kecelakaan kerja pekerjaan perawatan wesel dan jalan rel dengan melakukan eliminasi, subtitusi, rekayasa teknik atau administrasi serta alat pelindung diri. Penilaian RPN after rencana pengendalian risiko menghasilkan level risiko sangat tinggi ledakan atau api berkurang nilai menjadi 46,5 serta level risiko tinggi tertabrak kereta api menjadi 44,25 pada level risiko rendah setelah rencana pengendalian risiko.
Kata kunci : Risiko, Kecelakaan kerja, Perawatan wesel dan rel, JSA, FMEA
Kata kunci : Risiko, Kecelakaan kerja, Perawatan wesel dan rel, JSA, FMEA
Social Bookmarking
Citation
ARI IRAWAN NIT: 20194058, “ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PERAWATAN WESEL DAN REL STASIUN SURABAYA GUBENG,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/681.
