Analisis Kebutuhan Perawatan Jembatan Kereta Api Bh 421 Km 161+885 Lintas Surabaya - Solo Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Fmea)

Dublin Core

Title

Analisis Kebutuhan Perawatan Jembatan Kereta Api Bh 421 Km 161+885 Lintas Surabaya - Solo Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Fmea)

Creator

FAHMIA NUHA SHAFIRA
NIT: 2210072

Type

Tugas Akhir

Abstract

Jembatan BH 421 merupakan jembatan kereta api kelas I dengan material baja yang melintasi petak jalan Madiun – Babadan. Dari hasil pemeriksaan jembatan BH 421 bagian hulu dan hilir ditemukan adanya kerusakan komponen jalan rel dan jembatan seperti bantalan kayu lapuk, guard rel putus, TC bolt kendor, paku sumbat korosi, hingga vegetasi lingkungan dan saluran air yang kotor. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang menganalisis risiko kegagalan komponen jalan rel dan jembatan pada jembatan BH 421. Setiap risiko kegagalan diidentifikasi dampak, penyebab, dan tindak lanjut perawatan. Risiko kegagalan dinilai berdasarkan tingkat keparahan (Severity), tingkat frekuensi kemungkinan risiko terjadi (Occurence), dan tingkat deteksi (Detection) kemudian akan menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) yang dinilai oleh 5 orang dari UPT Jembatan 7.1 Madiun. Dari hasil analisis risiko kegagalan jembatan BH 421 diperoleh nilai RPN tinggi pada level high dengan 120 ≤ RPN< 200 dan Very High dengan RPN>200. Pada jembatan BH 421 hulu didapatkan risiko kegagalan TC bolt korosi dengan RPN 205,6; TC bolt kendor dengan RPN 194,0; bantalan kayu lapuk dengan RPN 191,5; dan saluran air kotor dengan RPN 134,8. Sedangkan pada jembatan BH 421 hilir didapatkan risiko kegagalan andas baja koclak dengan RPN 200,9; paku sumbat korosi dengan RPN 145,0; paku sumbat kendor dengan RPN 140,6; guard rel putus dengan RPN 133,1; dan saluran air kotor dengan RPN 128,6. Biaya yang dibutuhkan dalam perawatan jembatan BH 421 disusun berdasarkan tindak lanjut dari prioritas perawatan jembatan BH 421. Pada pekerjaan perawatan jembatan BH 421 hulu membutuhkan biaya sebesar Rp90.800.000,00. Sedangkan pada pekerjaan perawatan jembatan BH 421 hilir membutuhkan biaya sebesar Rp171.700.000,00.


Kata kunci: Jembatan kereta api BH 421, Hasil pemeriksaan, Prioritas perawatan, Risiko kegagalan, FMEA, RPN, Tindak lanjut perawatan, Rencana anggaran biaya.

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

FAHMIA NUHA SHAFIRA NIT: 2210072 , “Analisis Kebutuhan Perawatan Jembatan Kereta Api Bh 421 Km 161+885 Lintas Surabaya - Solo Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Fmea),” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/1320.