Perencanaan Pola Operasi Kereta Rel Listrik (Krl) Bandung Raya (Studi Kasus: Lintas Padalarang - Cicalengka)
Dublin Core
Title
Perencanaan Pola Operasi Kereta Rel Listrik (Krl) Bandung Raya (Studi Kasus: Lintas Padalarang - Cicalengka)
Creator
TIMOTHY ALBERTUS ANDIKA MARPAUNG
NIT : 2240431
NIT : 2240431
Type
Tugas Akhir
Abstract
Kawasan Bandung Raya merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan permukiman di Jawa Barat yang mengalami permasalahan transportasi, seperti kemacetan, polusi udara akibat tingginya mobilitas masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah merencanakan elektrifikasi jalur kereta api lintas Padalarang - Cicalengka guna meningkatkan kapasitas angkut, efisiensi waktu perjalanan, dan mendukung transportasi ramah lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan yang tertuang dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. Namun, studi kelayakan tahun 2011 sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini karena adanya perubahan permintaan penumpang, batas kecepatan, dan layout stasiun. Berkaitan dengan hal tersebut perlu dikaji kembali mengenai pola operasi KRL Bandung Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi demand lintas Padalarang – Cicalengka pada 5 tahun mendatang, merancang pola operasi pasca elektrifikasi Commuter Line Bandung Raya pada 5 tahun mendatang, serta menganalisis kebutuhan sarana KRL pada lintas tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan jumlah penumpang, perhitungan kebutuhan perjalanan, perhitungan waktu tempuh, perhitungan headway, perhitungan kapasitas lintas, penyusunan pola operasi, serta perhitungan kebutuhan sarana (trainset). Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan peramalan dengan menggunakan metode S-Curve didapatkan jumlah penumpang pada Desember tahun 2029 yaitu 755.667 penumpang. Hasil dari perhitungan jumlah penumpang digunakan untuk menghitung kebutuhan perjalanan dan didapatkan jumlah perjalanan perhari yaitu 23 perjalanan. Dilanjutkan perhitungan waktu tempuh dan didapatkan waktu tempuh total dari Stasiun Padalarang hingga Stasiun Cicalengka yaitu 1 jam 11 menit. Selanjutnya perhitungan headway dan kapasitas lintas tesebut mencukupi untuk penambahan perjalanan. Dalam penyusunan pola operasi diawali dari Stasiun Padalarang dan diakhiri di Stasiun Cicalengka, dan begitu juga sebaliknya. Usulan pola operasi disesuaikan dengan pp 2025 dan tidak mengubah Gapeka eksisting tersebut. Setelah penyusunan pola operasi dilanjutkan dengan perhitungan kebutuhan sarana trainset dan didapatkan 2 trainset siap operasi dan 2 trainset cadangan.
Kata kunci : KRL Bandung Raya, Pola Operasi, Trend Analysis, Headway, dan Kapasitas Lintas.
Kata kunci : KRL Bandung Raya, Pola Operasi, Trend Analysis, Headway, dan Kapasitas Lintas.
Social Bookmarking
Document Viewer
Citation
TIMOTHY ALBERTUS ANDIKA MARPAUNG
NIT : 2240431, “Perencanaan Pola Operasi Kereta Rel Listrik (Krl) Bandung Raya (Studi Kasus: Lintas Padalarang - Cicalengka),” Repository PPI Madiun, accessed July 11, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/1289.
