Analisis Pemilihan Moda Kereta MRT Jakarta Fase 2A Dan Sepeda Motor Lintas Bundaran HI-Kota

Dublin Core

Title

Analisis Pemilihan Moda Kereta MRT Jakarta Fase 2A Dan Sepeda Motor Lintas Bundaran HI-Kota

Creator

FHEBRIYAND HERY PRATAMA
NIT : 2140341

Type

Tugas Akhir

Abstract

Kota Jakarta sebagai ibukota Indonesia terus menghadapi tantangan dalam sistem transportasi perkotaannya dan mengalami perkembangan pesat, termasuk dalam aspek transportasi. Salah satu koridor penting di Jakarta adalah rute Bundaran HI-Kota yang merupakan pusat aktifitas bisnis dan ekonomi. Kondisi eksisting ini ditandai dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi dan kemacetan terutama pada jam sibuk. Untuk mengatasi permasalahan kemacetan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengembangkan berbagai moda transportasi umum, termasuk proyek MRT Jakarta. MRT Jakarta Fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI telah beroperasi sejak 2019, dan saat ini sedang dikembangkan dalam tahap konstruksi Fase 2A yang akan memperpanjang rute hingga Kota. V/C ratio (Volume/Capacity ratio) kapasitas jalan Bundaran HI-Kota memberikan gambaran tentang kondisi lalu lintas di area tersebut menunjukkan fluktuasi volume kendaraan sepanjang hari, dengan puncak kepadatan terjadi pada peak hour atau jam sibuk. Kedua moda transportasi yaitu Kereta MRT dan Sepeda Motor memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk segi waktu tempuh, Kereta MRT Jakarta Fase 2A memiliki waktu tempuh 15 menit, sedangkan jika menggunakan sepeda motor dapat ditempuh dengan waktu 20 menit melalui Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Majapahit. Untuk segi biaya dengan lintas Bundaran HI-Kota untuk Moda Transportasi sepeda motor online memakan biaya sebesar Rp. 28.000, sementara rencana tarif untuk Kereta MRT Jakarta Fase 2A yaitu flat seperti Fase 1 yaitu sebesar Rp. 8.000. Segi frekuensi keberangkatan lintas Bundaran HI-Kota untuk moda Kereta MRT dengan headway peak hour 5 menit dan off peak 10 menit dan untuk sepeda motor dapat melakukan perjalanan kapan pun. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karaktersitik pelaku perjalanan dan karakteristik perjalanan, menganalisis model pemilihan moda, dan menganalisis pengaruh faktor-faktor karakteristik perjalanan terhadap pemilihan moda antara Kereta MRT Jakarta Fase 2A dan sepeda motor lintas Bundaran HIKota. Metode yang digunakan untuk studi ini adalah statistik deskriptif kuantitatif dan regresi logistik biner. Kesimpulan yang diperoleh dari logistik biner adalah model pemilihan moda yang diperoleh yaitu g(x) = 2,953 − 0,601x2usia2 0,292X3pendidikanterakhir4. Probabilitas pemilihan moda Kereta MRT Jakarta Fase 2A pada faktor usia 20-30 tahun mempunyai probability 58% dan faktor pendidikan terakhir sarjana mempunyai probability 74%. Faktor yang mempengaruhi pemilihan moda antara Kereta MRT Jakarta Fase 2A antara lain usia dan pendidikan terakhir.

Kata Kunci : MRT, Ojek Online, Pemilihan Moda, Metode Logistik Biner, FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

FHEBRIYAND HERY PRATAMA NIT : 2140341 , “Analisis Pemilihan Moda Kereta MRT Jakarta Fase 2A Dan Sepeda Motor Lintas Bundaran HI-Kota,” Repository PPI Madiun, accessed July 9, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/976.