ANALISIS KEBUTUHAN SARANA PADA JAM SIBUK (PEAK HOUR) BERDASARKAN PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG COMMUTER LINE YOGYAKARTA
Dublin Core
Title
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA PADA JAM SIBUK (PEAK HOUR) BERDASARKAN PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG COMMUTER LINE YOGYAKARTA
Creator
DHIMAS BAGUS RAMADHAN
NIT : 2140061
NIT : 2140061
Type
TUGAS AKHIR
Abstract
Commuter Line Yogyakarta beroperasi pada bulan Februari 2021. Jumlah penumpang Commuter Line Yogyakarta terus meningkat menyusul pembukaan dua stasiun, yakni Stasiun Solo Jebres dan Stasiun Palur. Awalnya jumlah penumpang Commuter Line Yogyakarta antara 4.000-5.000 penumpang/hari. Sampai saat ini sudah mencapai 15 ribu penumpang/hari. Commuter Line Yogyakarta sampai sat ini sudah melayani sebanyak 3,6 juta penumpang. Sejalan dengan besarnya minat masyarakat untuk menggunakan Commuter Line Yogyakarta pada jam sibuk (peak hour) jumlah penumpang lebih banyak daripada jam biasa dengan frekuensi perjalanan pada jam sibuk lebih sedikit, hal tersebut menyebabkan load factor pada jam sibuk (peak hour) mencapai 150%, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap kapasitas angkutan yang disediakan untuk melihat apakah kapasitas angkutan yang disediakan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat. Kenaikan jumlah penumpang pertahunnya membuat Perusahaan Commuter Line Yogyakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) merencanakan perpanjangan relasi Commuter Line Yogyakarta sampai Stasiun Kutoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peramalan jumlah penumpang Commuter Line Yogyakarta dan menganalisis kebutuhan perjalanan serta penambahan perjalanan. Pertumbuhan penumpang Commuter Line Yogyakarta yang menunjukan data trend atau berjalan naik dan seasonal dapat mengindikasikan bahwa pada tahun berikutnya penumpang Commuter Line Yogyakarta akan semakin meningkat. Bersamaan dengan meningkatnya pertumbuhan penumpang tersebut maka kebutuhan perjalanan Commuter Line Yogyakarta ikut bertambah. Peramalan dilakukan dengan model trend dengan membandingkan metode Hasil analisis metode Time Series Decomposition Multiplicative dengan persamaan Yt=192184+15273xt, merupakan metode terbaik dengan nilai MAPE terkecil sebesar 11%. Peramalan dilakukan selama 184 periode atau 6 bulan ke depan dengan hasil peramalan kenaikan jumlah penumpang 18% pada bulan Desember 2024. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan terpilihnya metode Time Series Decomposition Multiplicative maka berdasarkan peramalan pada bulan Desember 2024 sebanyak 687.895 penumpang. Perlu diupayakan penambahan kebutuhan sarana sebanyak 2 stamformasi (1 trainset) pada saat jam sibuk (peak hour)npada sarana Commuter Line Yogyakarta.
Kata Kunci : Peramalan, Trend, Time Series Decomposition, Commuter Line Yogyakarta, MAPE
Kata Kunci : Peramalan, Trend, Time Series Decomposition, Commuter Line Yogyakarta, MAPE
Social Bookmarking
Document Viewer
Citation
DHIMAS BAGUS RAMADHAN
NIT : 2140061, “ANALISIS KEBUTUHAN SARANA PADA JAM SIBUK (PEAK HOUR) BERDASARKAN PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG COMMUTER LINE YOGYAKARTA,” Repository PPI Madiun, accessed June 5, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/932.
