EVALUASI JALUR PEDESTRIAN STASIUN SEMARANG TAWANG BERDASARKAN GLOBAL WALKABILITY INDEX

Dublin Core

Title

EVALUASI JALUR PEDESTRIAN STASIUN SEMARANG TAWANG BERDASARKAN GLOBAL WALKABILITY INDEX

Creator

ANDHIKA ARADHANA
NIT : 2140011

Type

TUGAS AKHIR

Abstract

Perencanaan jalur pedestrian di Stasiun Semarang Tawang untuk memenuhi aksesibilitas pedestrian dari Stasiun Tawang menuju Halte BRT tawang. Terdapat kebutuhan untuk perencanaan pejalan kaki yang menyeluruh terkait dengan elemen perkotaan lainnya, kemudian ketersediaan jalur pejalan kaki yang dapat memfasilitasi berbagai jenis kebutuhan bagi pengguna yang berbeda. Walkability merupakan ide untuk menciptakan kawasan dengan fasilitas lengkap yang menggambarkan dan mengukur konektivitas dan kualitas trotoar, jalan setapak, atau trotoar di kota-kota. Dalam mengukur walkability index berdasarkan pada Global Walkability Index (GWI) yang memberikan analisis kualitatif penilaian tentang kondisi berjalan termasuk keselamatan, keamanan, kenyamanan lingkungan, dan daya tarik pejalan kaki. Variabel tersebut didukung dengan beberapa parameter yaitu pada keselamatan dan keamanan terdapat parameter konflik jalur pejalan kaki dengan moda transportasi lain, keamanan terhadap kejahatan, keamanan penyeberangan, dan perilaku pengendara. Sedangkan untuk variabel kenyamanan dan daya tarik dengan parameter amenitas (fasilitas pendukung), infrastruktur penunjang kelompok penyandang cacat, ketersediaan jalur pejalan kaki, kendala atau hambatan, dan ketersediaan penyeberangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jalur pedestrian pada Kawasan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Karakteristik responden pejalan kaki ini terdiri dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, intensitas penggunaan kereta api dalam satu bulan, dan tujuan perjalanan. Untuk karakteristik usia responden dari ketiga segmen dengan frekuensi terbanyak yaitu terjadi di segmen 1 dengan rentang usia 16 – 25 tahun sebanyak 68% responden, untuk jenis kelamin dengan frekuensi terbanyak terjadi pada segmen 1 sebanyak 71% responden, pada karakteristik pekerjaan dengan pilihan frekuensi terbanyak yang terjadi pada segmen 1 yaitu pelajar sebanyak 51% responden, intensitas penggunaan kereta api dalam satu bulan terjadi pada segmen 1 dan 2 yaitu dengan hasil 55% responden, dan tujuan perjalanan dengan frekuensi terbanyak terjadi pada segmen 2 sebanyak 49% responden dengan tujuan bekerja/perjalanan dinas. Penilaian jalur pedestrian dengan metode Global Walkability Index di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng yang terdiri dari tiga segmen, yaitu pada segmen satu mendapatkan hasil 29,44, pada segmen dua hasil penilaian 27,22, pada segmen ketiga dengan hasil penilaian 31,67 yang artinya pada ketiga segmen not walkable yang berarti jalur dan fasilitas pedestrian tidak dapat dijangkau oleh pejalan kaki. Sehingga perlu dilakukan pembangunan fasilitas jalur pedestrian untuk memberikan keselamatan, keamanan, kenyamanan dan daya tarik masyarakat untuk berjalan kaki dan menggunakan moda transportasi lanjutan.
Kata Kunci: Pejalan Kaki, Jalur Pedestrian, Walkability, Global Walkability Index, konektivitas

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

ANDHIKA ARADHANA NIT : 2140011, “EVALUASI JALUR PEDESTRIAN STASIUN SEMARANG TAWANG BERDASARKAN GLOBAL WALKABILITY INDEX,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/925.