PENERAPAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DALAM MENENTUKAN FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK PENINGKATAN KELAS JALAN REL LINTAS SOLO-WONOGIRI

Dublin Core

Title

PENERAPAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DALAM MENENTUKAN FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK PENINGKATAN KELAS JALAN REL LINTAS SOLO-WONOGIRI

Creator

IQBAL ALVAN UBAIDILLAH
NIT : 2110171

Type

Tugas Akhir

Abstract

Proyek Peningkatan Kelas Jalan Rel Lintas Solo-Wonogiri merupakan proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian melaluli Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah pada Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah Area III yang dalam kontrak kerja akan dilaksanakan selama 397 hari yang dimulai pada tanggal 1 Maret 2023 sampai dengan 31 Maret 2024. Berdasarkan laporan mingguan ke-53 didapatkan data bahwa pelaksanaan kegiatan proyek mengalami keterlambatan progres sebesar 50,1491%. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab terjadinya keterlambatan dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Metode Fault Tree Analysis (FTA) adalah alat analisis yang kuat untuk memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan atau masalah dalam suatu sistem. Metode FTA dipilih karena dapat mempermudah dalam menetukan faktor penyebab yang kemungkinan besar menimbulkan kegagalan. Metode FTA akan digunakan untuk menganalisa dengan tujuan untuk mengetahui mekanisme faktor-faktor penyebab keterlambatan yang kemudian faktor-faktor tersebut akan dikombinasikan guna mendapatkan faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek. Metode FTA juga dapat digunakan dalam menentukan faktor penyebab keterlambatan serta membuat tindakan pencegahan yang tepat untuk mengeliminir penyebab dasar sehingga kerugian yang sama dapat diantisipasi agar tidak terjadi lagi. Hasil analisis dengan metode FTA mendapatkan hasil 9 pekerjaan yang mengalami keterlambatan dengan nilai reliabilitas yang berbeda dengan kategori berbeda juga. Berdasarkan nilai reliabilitas, terdapat 2 pekerjaan dengan kategori rendah, 3 pekerjaan dengan kategori sedang dan 4 pekerjaan dengan kategori tinggi yang berperan dalam menyebabkan keterlambatan proyek. Pekerjaan yang memiliki kategori rendah dalam menyebabkan keterlambatan adalah pemasangan rel R.54 bantalan beton termasuk HTT dan cor beton K-300. Pekerjaan yang masuk dalam kategori sedang adalah mobilisasi dan demobilisasi peralatan, pembuatan jalan sementara dan angkutan rel R.42 bekas bongkaran ke Gudang. Sedangkan pekerjaan yang memiliki kategori tinggi adalah gorek balas untuk mengeluarkan jalur KA R.42 bantalan besi, pengadaan plat sambung, pengelasan rel dan pembongkaran perkerasan jalan untuk perlintasan. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak terkait dan studi literatur, dalam mengatasi keterlambatan yang terjadi, terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi keterlambatan yang terjadi, seperti optimasilasi waktu pelaksanaan proyek, peninjauan kembali kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan material dan kebutuhan peralatan yang lebih maksimal, hingga pembaruan dan perubahan pada dokumen-dokumen proyek.

Kata Kunci: keterlambatan proyek, faktor keterlambatan, fault tree analysis

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

IQBAL ALVAN UBAIDILLAH NIT : 2110171, “PENERAPAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DALAM MENENTUKAN FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK PENINGKATAN KELAS JALAN REL LINTAS SOLO-WONOGIRI,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/896.