Analisis Kebisingan Kereta Api Pada Pemukiman Di Jalur Ganda Desa Kramat Jegu Kabupaten Sidoarjo

Dublin Core

Title

Analisis Kebisingan Kereta Api Pada Pemukiman Di Jalur Ganda Desa Kramat Jegu Kabupaten Sidoarjo

Creator

RHENDY SATRIYO GUMILANG
NIT 2240671

Type

Tugas Akhir

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh operasional kereta api pada jalur ganda di area pemukiman Desa Kramat Jegu, Kabupaten Sidoarjo, yang terletak antara Stasiun Sepanjang dan Boharan. Permasalahan utama yang diangkat adalah dampak signifikan kebisingan kereta api terhadap kenyamanan dan kesehatan penduduk akibat pembangunan pemukiman yang semakin mendekat ke jalur rel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat kebisingan aktual, membandingkannya dengan baku mutu kebisingan yang berlaku, serta merancang solusi mitigasi yang efektif. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer melalui pengukuran langsung tingkat tekanan bunyi (TTB) menggunakan Sound Level Meter (SLM) pada tiga titik dengan jarak berbeda dari rel. Pengukuran dilakukan selama 24 jam dengan interval 5 detik selama 10 menit per sesi, menghasilkan 120 data TTB per interval. Kecepatan kereta api juga diukur menggunakan Speed Gun. Data sekunder berupa jadwal perjalanan kereta api dan peta lokasi. Data TTB yang terkumpul kemudian diolah untuk menghitung nilai Leq (Tingkat Kebisingan Ekuivalen), Ls (Kebisingan Siang), Lm (Kebisingan Malam), dan Lsm (Kebisingan Siang Malam). Hasil perhitungan selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu kebisingan untuk area pemukiman sebesar 55 dBA sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2023. Mitigasi menggunakan metode Maekawa dalam perancangan noise barrier untuk menentukan dimensi optimal dan estimasi reduksi kebisingan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kebisingan rata-rata pada titik 10 meter adalah 91,7 dBA, pada titik 20 meter adalah 83,4 dBA, dan pada titik 30 meter adalah 80,4 dBA. Nilai Lsm keseluruhan mencapai 87,9 dBA. Secara signifikan melampaui baku mutu kebisingan 55 dBA. Berdasarkan analisis menggunakan Metode Maekawa, perancangan noise barrier beton dengan tinggi 4 meter dan panjang 198,08 meter dapat mereduksi kebisingan. Simulasi menunjukkan bahwa pada titik 20 meter dan 30 meter, barrier setinggi 4 meteriii mampu menurunkan tingkat kebisingan hingga di bawah atau mendekati baku mutu. Pada titik terdekat, terjadi reduksi sebesar 29,97 dBA, tingkat kebisingan masih berada pada 61,73 dBA, yang masih di atas batas toleransi baku mutu. Oleh karena itu penelitian ini merekomendasikan penambahan natural noise barrier berupa tanaman Heliconia sp yang terbukti dapat mereduksi kebisingan tambahan sebesar 3,4 dBA hingga 5,0 dBA. Dengan kombinasi barrier beton dan tanaman Heliconia sp, tingkat kebisingan pada titik 10 meter dapat diturunkan hingga 57,53 dBA, yang berada dalam batas toleransi baku mutu. Tingkat kebisingan kereta api di Desa Kramat Jegu sangat tinggi dan memerlukan intervensi. Solusi mitigasi yang paling efektif adalah kombinasi pemasangan noise barrier beton setinggi 4 meter dan penanaman natural noise barrier seperti Heliconia sp, terutama di area yang paling dekat dengan jalur rel, untuk memastikan lingkungan pemukiman memenuhi standar kenyamanan dan kesehatan.

Kata Kunci: Kebisingan Kereta Api, Pemukiman, Baku Mutu Kebisingan, Noise Barrier, Metode Maekawa, Mitigasi Kebisingan, Natural Noise Barrier

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

RHENDY SATRIYO GUMILANG NIT 2240671, “Analisis Kebisingan Kereta Api Pada Pemukiman Di Jalur Ganda Desa Kramat Jegu Kabupaten Sidoarjo,” Repository PPI Madiun, accessed July 23, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/1336.