Analisis Perkuatan Tanah Jalur Kereta Api Menggunakan Konstruksi Retaining Wall Dengan Minipile Di Km 18+700–Km 19+200 Pada Proyek Peningkatan Jalur Kereta Api Solo-Wonogiri

Dublin Core

Title

Analisis Perkuatan Tanah Jalur Kereta Api Menggunakan Konstruksi Retaining Wall Dengan Minipile Di Km 18+700–Km 19+200 Pada Proyek Peningkatan Jalur Kereta Api Solo-Wonogiri

Creator

YOGATAMA BAYU SUWARNO
NIT : 2110471

Type

Tugas Akhir

Abstract

Lintas Solo – Wonogiri dilayani kereta api Bathara Kresna dengan rute pelayanan dua kali sehari pada lintas pelayanan Purwosari–Wonogiri dengan kecepatan 30 km/jam serta waktu tempuh rata–rata 1 jam 45 menit. Kecepatan pada lintas ini rendah sehingga pemerintah melakukan peningkatan kelas jalan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan perjalanan KA, meningkatkan kapasitas lintas, meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, meningkatkan pelayanan, keamanan, kenyamanan kereta api, menunjang program PSO Solo–Wonogiri (sekarang masih perintis) dan menjadi prasarana konektivitas Masyarakat menuju Bandara Adi Soemarmo. Meninjau dari lokasi eksisting track yang melintasi area persawahan dengan tanah yang lunak dan dengan beban rencana yang baru maka perlu dilakukan tinjauan Kembali terhadap kekuatan daya dukung tanah dan perencanaan perkuatan. Pada hasil penelitian, tanah yang memiliki daya dukung paling jelek ada pada titik sondir 3 di KM 18+850 kedalaman tanah keras ada pada 12,4 meter. Ditemukan anomali tanah gambut pada lokasi proyek. Tanah gambut ini berada di titik sondir S2” pada KM 18+800. Pada hasil analisis didapatkan hasil bahwa perkuatan dengan retaining wall saja tidak cukup sehingga diperlukan perkuatan dengan pondasi minipile. Perhitungan daya dukung pondasi menggunakan tiga metode yaitu, metode Nottingham, metode Andina, dan metode Philipponnat. Dari ketiga metode didapatkan hasil daya dukung ultimit terkecil adalah metode Philipponnat sehingga metode ini yang digunakan untuk perhitungan. Didapatkan hasil perhitungan bahwa konstruksi aman dengan jumlah pile sebanyak 49. Hasil ini lebih kecil dari pada jumlah perkuatan yang ada dilapangan yaitu menggunakan 50 pile. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan optimalisasi atau efisiensi dari perkuatan dilapangan.

Kata Kunci: Tanah Lunak, Retaining Wall, Minipile

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

YOGATAMA BAYU SUWARNO NIT : 2110471, “Analisis Perkuatan Tanah Jalur Kereta Api Menggunakan Konstruksi Retaining Wall Dengan Minipile Di Km 18+700–Km 19+200 Pada Proyek Peningkatan Jalur Kereta Api Solo-Wonogiri,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/1079.