Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Kegiatan Langsir di Stasiun Bogor dengan Metode Job Safety Analysis
Dublin Core
Title
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Kegiatan Langsir di Stasiun Bogor dengan Metode Job Safety Analysis
Creator
IZHA BIMANTARA
NIT : 2140601
NIT : 2140601
Type
Tugas Akhir
Abstract
Langsir adalah pekerjaan menyusun rangkaian kereta api yang akan berangkat atau memisah-misahkan rangkaian kereta api yang datang, dan juga pekerjaan memindahkan kereta-kereta, gerbong-gerbong, dan sarana lain dari suatu jalur ke jalur lain di emplasemen dan tempat lainnya. Dalam kegiatan langsir ditemukan beberapa risiko yang muncul, yaitu tidak mengaitkan body harness, tidak memakai sarung tangan pelindung dan risiko lainnya. Ditambah lagi Stasiun Bogor adalah stasiun besar tipe A dengan jadwal yang cukup padat setiap harinya. Faktor kelelahan menjadi salah satu potensi bahaya yang mungkin terjadi dalam kegiatan langsir Stasiun Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang timbul, menilai tingkat risiko bahaya, dan menentukan pengendalian untuk meminimalkan risiko yang ditimbulkan dari kegiatan langsir di Stasiun Bogor. Pada penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Metode ini memuat proses kerja yang digunakan untuk mengetahui potensi bahaya yang muncul dari setiap tahapan proses kerja yang ada. Langkah penelitian ini mengacu pada 4 tahapan, yaitu pemilihan pekerjaan, penentuan langkah-langkah pekerjaan, mengidentifikasi dan menganalisa bahaya, dan menentukan usaha-usaha pencegahan dan pengendalian untuk meminimalisir tingkat kecelakaan kerja yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 9 potensi bahaya dan risiko dari 4 kegiatan prosedur langsir. Level kategori tingkat risiko yang didapatkan yaitu 2 level kategori risiko ekstrim, 6 level kategori tinggi, dan 1 level kategori risiko sedang. Selanjutnya rekomendasi pengendalian risiko yang diberikan adalah risiko dengan level kategori tingkat risiko sedang hingga ekstrim. Pengendalian risiko di dapat dari hasil matriks penilaian tingkat risiko yang dilakukan di Stasiun Bogor dilakukan dengan subtitusi, rekayasa teknik, administrasi dan alat pelindung diri (APD). Administrasi yang dilakukan berupa menyusun prosedur kerja yang jelas dan memastikan semua petugas langsir memahami pentingnya mengaitkan body harness dengan benar, memberikan pelatihan rutin tentang keselamatan kerja dan penggunaan body harness, dan melakukan pengawasan dan inspeksi rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Rekayasa teknik yang dilakukan adalah meningkatkan infrastruktur perlintasan agar lebih aman, misalnya dengan memasang palang ganda atau sistem penghalang fisik yang lebih efektif. Alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan adalah sarung tangan. Dari hasil yang diperoleh, perlu dilakukan safety briefing, meningkatkan pengawasan terhadap standar operasional prosedur dan instruksi kerja, dan memberikan sanksi yang tegas kepada pekerja yang tidak mematuhi aturan yang ada untuk menekan, meminimalkan, dan mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.
Kata Kunci: Kecelakaan Kerja, Potensi Bahaya, Kegiatan Langsir, Job Safety Analysis (JSA), Pengendalian Risiko
Kata Kunci: Kecelakaan Kerja, Potensi Bahaya, Kegiatan Langsir, Job Safety Analysis (JSA), Pengendalian Risiko
Social Bookmarking
Document Viewer
Citation
IZHA BIMANTARA
NIT : 2140601, “Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Kegiatan Langsir di Stasiun Bogor dengan Metode Job Safety Analysis,” Repository PPI Madiun, accessed June 5, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/1019.
