UPAYA PERBAIKAN DAN STABILITAS LERENG DI KM 84+8/9 SUMBERPUCUNG – POHGAJIH, LINTAS MALANG – BLITAR DENGAN GEOGRID DAN TERASERING

Dublin Core

Title

UPAYA PERBAIKAN DAN STABILITAS LERENG DI KM 84+8/9 SUMBERPUCUNG – POHGAJIH, LINTAS MALANG – BLITAR DENGAN GEOGRID DAN TERASERING

Creator

FAHMI HANDY KUSUMA
NIT: 2110121

Type

Tugas Akhir

Abstract

Tanah longsor merupakan aktivitas gerakan tanah maupun batuan, yang bergerak menuruni lereng akibat terganggunya stabilitas tanah atau batuan penyusun lereng. Berdasarkan kondisi geologi desa pohgajih, dan pengaruh curah hujan yang tinggi di wilayah Sumberpucung – Pohgajih selama beberapa hari, menyebabkan terjadinya longsor di lereng tebing pada tanggal 18 Oktober 2022, di KM 84+8/9 antara Stasiun Sumberpucung, dengan Stasiun Pohgajih. Sehingga, menimbbulkan gangguan perjalanan kereta api lintas Malang – Blitar. Oleh karena itu, harus segera dilakukan penanganan pada lereng tersebut, agar nantinya tidak terjadi longsor kembali. Metode perbaikan yang digunakan pada penelitian ini adalah terasering dan lapisan geogrid. Geogrid merupakan material geosintetik yang tersusun oleh suatu rangkaian jaring yang saling mengunci dengan material pengisinya. Kombinasi geogrid yang dengan terasering dapat membentuk sebuah jaringan kompleks, dengan kemampuan terasering dalam stabilitas lereng terhadap erosi dan tanah longsor. Penelitian ini mengidentifikasi parameter tanah berdasarkan data hasil uji sondir, sehingga diketahui karakteristik tanah dan kondisi lereng existing apabila ditinjau dari nilai safety factor lereng. Kemudian, mengidentifikasi kondisi lereng dan titik kritisnya melalui analisis Plaxis, untuk menentukan model penerapan terasering dan lapisan geogrid pada lereng. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan analisis kembali pada lereng dengan material tanah yang sama menggunakan terasering dan lapisan geogrid, untuk meninjau kondisi stabilitas lereng setelah dilakukan perbaikan, melalui nilai safety factor lereng. Selanjutnya, membuat desain model penerapan terasering dan lapisan geogrid menggunakan Autocad. Berdasarkan hasil penelitian, lereng yang mengalami longsor tersusun dari 3 lapisan tanah, yaitu lempung pada kedalaman 0 – 1,5 m, campuran kelanauan pada kedalaman 1,5 – 6 meter, dan kedalaman 6 – 17,3 m merupakan campuran pasir padat. Melalui hasil analisis dengan plaxis diperoleh nilai safety factor lereng sebelum diperbaiki 0,974, dan titik kritis lereng berada pada zona orange sampai zona merah. Sehingga diketahui lereng dalam kondisi kritis dan berpotensi longsor lanjutan apabila tidak dilakukan penanganan. Sehingga, pembuatan terasering dan pemasangan geogrid triaxial sebanyak 5 roll, dengan panjang 75 m dan lebar 3 m pada timbunan diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan kestabilan lereng.

Kata kunci: longsor, terasering, geogrid, Plaxis 2d, Autocad

Social Bookmarking

Document Viewer

Citation

FAHMI HANDY KUSUMA NIT: 2110121, “UPAYA PERBAIKAN DAN STABILITAS LERENG DI KM 84+8/9 SUMBERPUCUNG – POHGAJIH, LINTAS MALANG – BLITAR DENGAN GEOGRID DAN TERASERING,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/891.