KAJIAN PENGARUH BALANCING ROTOR TERHADAP RESIKO KERUSAKAN TURBOCHARGER LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK

Dublin Core

Title

KAJIAN PENGARUH BALANCING ROTOR TERHADAP RESIKO KERUSAKAN TURBOCHARGER LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK

Creator

ANDY FII AUNILLAH
NIT : 20173006

Abstract

Turbocharger merupakan komponen sentrifugal yang berfungsi meningkatkan daya dengan memanfaatkan gas buang hasil pembakaran mesin diesel. Pada lokomotif, turbocharger seringkali mengalami gangguan/kerusakan yang mengakibatkan performa lokomotif menurun. Penyebab kerusakan pada turbocharger bermacam-macam, salah satunya adalah kualitas proses balancing rotor turbocharger. Balancing dapat didefinisikan sebagai proses pemindahan atau penambahan massa bidang rotor untuk mempusatkan titik beban ke arah sumbu rotasi, hal tersebut selalu dilakukan pada proses perawatan maupun perbaikan turbocharger lokomotif. Penelitian untuk menganalisis pengaruh Balancing Turbocharger ini dilakukan dengan perhitungan data statistik yang kemudian di deskripsikan, serta menghitung batas toleransi maksimum unbalance yang di izinkan berdasarkan spesifikasi turbocharger yang digunakan pada lokomotif diesel elektrik. Dalam menyimpulkan pengaruh yang ditimbulkan, dilakukan wawancara dengan teknisi ahli Balaiyasa Yogyakarta serta pengamatan di Lapangan. Dari hasil perhitungan data statistik, kerusakan turbocharger berupa gagal fungsi, retak, hingga pecah masih sering terjadi. Dengan tingkat efektifitas balancing sebesar 93%, dalam satu tahun sebanyak 7% dari keseluruhan kasus kerusakan komponen lokomotif dan sebanyak 13% dari total perbaikan yang dilakukan di golongan Diesel Balaiyasa Yogyakarta merupakan jenis kerusakan pada komponen turbocharger, sedangkan 66% dari kerusakan turbocharger disebabkan oleh gangguan rotor. Hasil perhitungan Maximum permissible unbalance untuk Turbocharger lokomotif tipe GE 7S1508 diperoleh batas toleransi ketidakseimbangan rotor sebesar 0,56 gram. Keadaan unbalance rotor tidak boleh melebih batas toleransi tersebut agar meminimalisir ketidakstabilan putaran turbocharger. Putaran yang tidak stabil dapat menyebabkan gesekan turbin dengan casing yang berakibat retak/pecah, serta dalam jangka waktu lama dapat merusak bearing karena menahan putaran yang tidak seimbang.

Kata Kunci: Lokomotif, turbocharger, kerusakan turbocharger, balancing rotor, unbalance rotor.

Social Bookmarking

Citation

ANDY FII AUNILLAH NIT : 20173006, “KAJIAN PENGARUH BALANCING ROTOR TERHADAP RESIKO KERUSAKAN TURBOCHARGER LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/393.