Analisis Kelaikan Jalan Rel Pada Lintas St. Surabaya Gubeng - St. Wonokromo Km 3+800-7+550
Dublin Core
Title
Analisis Kelaikan Jalan Rel Pada Lintas St. Surabaya Gubeng - St. Wonokromo Km 3+800-7+550
Creator
MARIO YUDATAMA ARIANTO
NIT : 2210381
NIT : 2210381
Type
Tugas Akhir
Abstract
Kereta api merupakan salah satu moda transportasi massal yang memiliki peranan strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang secara cepat, efisien, dan berkelanjutan. Keandalan operasional moda ini sangat dipengaruhi oleh kondisi prasarana, khususnya jalan rel, yang meliputi rel, bantalan, penambat, ballast, serta ruang bebas di sekitar jalur. Jalan rel yang tidak dirawat dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari penurunan kenyamanan perjalanan, gangguan operasional, hingga kecelakaan. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan dan evaluasi secara berkala guna memastikan kelaikan prasarana sesuai standar teknis yang berlaku. Penelitian ini dilakukan pada lintas Stasiun Surabaya Gubeng–Stasiun Wonokromo pada KM 3+800–7+550, yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi baik untuk perjalanan penumpang maupun angkutan barang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi komponen jalan rel, mengevaluasi geometri jalur dan ruang bebas, serta memberikan rekomendasi perawatan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Metode penelitian mencakup pengumpulan data primer melalui inspeksi lapangan dan pengukuran fisik, serta pengolahan data sekunder sesuai standar Peraturan Menteri Perhubungan. Hasil perhitungan passing tonnage menunjukkan nilai sebesar 18.157.075 ton/tahun, yang mengklasifikasikan jalur tersebut sebagai kelas jalan rel II berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 60 Tahun 2012 tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api. Namun, pemeriksaan lapangan menemukan sejumlah ketidaksesuaian terhadap standar, antara lain penambat yang kendor dan hilang, cacat rel (rail defect) dengan deviasi sebesar 2 mm, serta ruang bebas dengan lebar hanya 1.500 mm, yang berada di bawah ketentuan minimum 1.650 mm. Kondisi ini menunjukkan perlunya tindakan perbaikan segera untuk mencegah penurunan stabilitas jalur dan potensi gangguan operasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 32 Tahun 2011 tentang Standar dan Tata Cara Perawatan Prasarana Perkeretaapian, direkomendasikan pelaksanaan perawatan berkala, meliputi pemeriksaan bulanan pada penambat, penyesuaian lebar sepur, pengelasan pada rel cacat, serta iii perbaikan ruang bebas agar sesuai standar. Dengan pelaksanaan perawatan yang terencana dan berkesinambungan, diharapkan integritas struktur jalan rel tetap terjaga, risiko kecelakaan dapat diminimalkan, dan operasional kereta api pada lintas ini dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan andal.
Kata kunci: Jalan rel, ruang bebas, passing tonnage, perawatan prasarana, PM 60 Tahun 2012, PM 32 Tahun 2011.
Kata kunci: Jalan rel, ruang bebas, passing tonnage, perawatan prasarana, PM 60 Tahun 2012, PM 32 Tahun 2011.
Social Bookmarking
Document Viewer
Collection
Citation
MARIO YUDATAMA ARIANTO
NIT : 2210381, “Analisis Kelaikan Jalan Rel Pada Lintas St. Surabaya Gubeng - St. Wonokromo Km 3+800-7+550,” Repository PPI Madiun, accessed June 4, 2026, https://repository.ppi.ac.id/items/show/1317.
